
Komite Perekat Persaudaraan Maluku (KPPM) Jawa Timur hadir sebagai wujud semangat persatuan dan ikatan persaudaraan masyarakat Maluku yang hidup di tanah rantau, khususnya di Provinsi Jawa Timur. Organisasi ini dibentuk bukan sekadar menjadi wadah berkumpul, tetapi juga sebagai rumah besar yang mempertemukan nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan warisan budaya Maluku agar terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat yang beragam.
Pelantikan pengurus KPPM Jawa Timur periode 2026–2030 menjadi tonggak penting dalam memperkuat tekad organisasi untuk terus menjaga nilai persaudaraan dan semangat perjuangan yang diwariskan para pendahulu. Ketua Umum KPPM Jawa Timur, Frans Huwae, menegaskan bahwa organisasi ini lahir dengan tujuan menyatukan seluruh warga Maluku di Jawa Timur agar tetap terikat dalam satu rasa, satu semangat, dan satu tujuan bersama.
Menurutnya, semangat perjuangan Kapitan Pattimura bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga nilai yang harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun solidaritas, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pelantikan tersebut berlangsung dengan suasana penuh kehangatan dan persaudaraan. Kehadiran perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur, Eddy Supriyanto, menunjukkan dukungan terhadap peran KPPM dalam menjaga kerukunan serta memperkuat kebersamaan masyarakat di Jawa Timur.
Nuansa adat dan budaya Maluku terasa begitu kuat sepanjang rangkaian acara. Tari Lenso yang dibawakan oleh generasi muda Maluku menjadi pembuka yang penuh makna sebagai simbol penghormatan kepada para tamu undangan. Kehangatan suasana semakin terasa ketika pembacaan “Surat Cinta” oleh Bang Basri Latuconsina yang diiringi lantunan lagu Gandonge, menghadirkan rasa haru dan kerinduan akan kampung halaman di hati para hadirin.
Kebersamaan juga tampak dalam berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh peserta, salah satunya melalui lomba makan papeda, makanan khas Maluku berbahan dasar sagu yang disajikan bersama kuah colo-colo ikan cakalang. Kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan simbol kebersamaan dan persatuan yang terus dijaga oleh masyarakat Maluku.
Dalam sambutannya, Pembina KPPM Jawa Timur, Prof. Dr. Paul Tahalele, menyampaikan harapannya agar organisasi ini dapat menjadi perekat persaudaraan yang semakin kuat sekaligus mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas. Ia mengajak seluruh warga Maluku untuk terus meneladani semangat perjuangan Pattimura, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan terbentuk dan dilantiknya pengurus KPPM Jawa Timur, diharapkan organisasi ini dapat menjadi kekuatan sosial yang menjaga nilai budaya, mempererat solidaritas, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat Maluku dalam pembangunan daerah maupun nasional.
